MENGENAL DASAR-DASAR HUKUM TAJWID

Diposting oleh Achmad Surya Afandy pada 04:08, 30-Nov-13 • Di: Tentang Alquran

achmad78.jpg


"MENGENAL DASAR-DASAR HUKUM TAJWID"


tajwid.jpg


DEFINISI TAJWID


Tajwīd (‎‏(تجويد secara harfiah bermakna melakukan sesuatu dengan elok dan indah atau bagus dan membaguskan, tajwid berasal dari kata Jawwada (‎جوّد‎)(‎يجوّد‎)‎تجويدا)‏‎) dalam bahasa Arab. Dalam ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci al-Quran maupun bukan.


Adapun masalah-masalah yang dikemukakan dalam ilmu ini adalah makharijul huruf (tempat keluar-masuk huruf), shifatul huruf (cara pengucapan huruf), ahkamul huruf (hubungan antar huruf), ahkamul maddi wal qasr (panjang dan pendek ucapan), ahkamul waqaf wal ibtida’ (memulai dan menghentikan bacaan) danal-Khat al-Utsmani. Pengertian lain dari ilmu tajwid ialah menyampaikan dengan sebaik-baiknya dan sempurna dari tiap-tiap bacaan ayat al-Quran. Para ulama menyatakan bahwa hukum bagi mempelajari tajwid itu adalah fardhu kifayah tetapi mengamalkan tajwid ketika membaca al-Quran adalah fardhu 'ain atau wajib kepada lelaki dan perempuan yang mukallaf atau dewasa.


Dalil tentang tajwid Adapun dalil dalil yang mewajibkan membaca al-Quran dengan tajwid antara lain:

1. Ada pun dalil yang pertama di ambil dari al-Quran. Allah swt berfirman yang artinya “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid)” [QS:Al-Muzzammil (73): 4]. Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk membaca al-Quran yang diturunkan kepadanya dengan tartil, yaitu memperindah pengucapan setiap huruf-hurufnya (bertajwid).


2. Yang kedua dalil as sunah ( hadist ). Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ummu Salamah r.a. (Istri Nabi SAW), ketika beliau ditanya tentang bagaiman bacaan dan shalat Rasulullah SAW, maka beliau menjawab: ”Ketahuilah bahwa Baginda SAW Shalat kemudian tidur yang lamanya sama seperti ketika beliau Shalat tadi, kemudian Baginda kembali Shalat yang lamanya sama seperti ketika beliau tidur tadi, kemudian tidur lagi yang lamanya sama seperti ketika beliau Shalat tadi hingga menjelang shubuh. Kemudian dia (Ummu Salamah) mencontohkan cara bacaan Rasulullah SAW dengan menunjukkan (satu) bacaan yang menjelaskan (ucapan) huruf-hurufnya satu persatu.” (Hadits 2847 Jamik At-Tirmizi).


3. Yang ketiga adalah dalil ijma ulama. adalah telah sepakat para ulama dari zaman rasulullah sampai zaman sekarang, bahwa membaca alqur’an dengan bertajwid adalah sesuatu yang fardhu dan wajib.

Referensi Artikel Ini:
WikiPedia


“Sampaikanlah Dariku Walau Hanya Satu Ayat”

(HR. IMAM BUKHARI)


“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”

“Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka baginya dosa yang sama dengan dosa orang-orang yang mengikutinya tidak dikurangi sedikitpun pun dosa mereka dari dosa-dosanya”

(HR. IMAM MUSLIM no. 2674)


“Demi Allah! Jika Allah memberikan hidayah (kepada) seseorang dengan perantara dakwahmu, itu lebih baik bagimu dari seekor unta merah”

(HR. BUKHARI & MUSLIM)

achmad78-wassalam.gif

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Komentar terbaru dinonaktifkan pada posting ini.